Efek Rumah Kaca

“Ini masalah kuasa, alibimu berharga
Kalau kami tak percaya, lantas kau mau apa?
Kamu tak berubah, selalu mencari celah
Lalu semakin parah, tak ada jalan tengah
Jelas kalau kami marah, kamu dipercaya susah
Pantas kalau kami resah, sebab argumenmu payah
Kamu ciderai janji, luka belum terobati
Janjimu pelan-pelan akan menelanmu
Kami tak mau dibeli, kami tak bisa dibeli
Ini mosi tidak percaya, jangan anggap kami tak berdaya
Ini mosi tidak percaya, kami tak mau lagi diperdaya”

Masih teringat jelas sisa konser semalam yang aku tonton bersama F dan I di Taman Budaya Tionghoa, Taman Mini Indonesia Indah. Suara dari sound system yang jedag-jedug sampai ke jantung, lighting yang menyorot sana-sini sedemikian rupa, aksi panggung Efek Rumah Kaca yang menikmati aksinya sendiri tetapi kuat memancarkan pesan dari lagu-lagunya (baru pertama kali ini aku melihatnya secara langsung), dan tentunya, yang paling bikin rindu dari konser yaitu sing along bersama ratusan penonton. Setelah puluhan purnama nggak nonton konser dan akhirnya memutuskan untuk nonton (terima kasih karena ajakan untuk menemanimu, F) dengan mendapat pembelajaran yang banyak dan terpukau (lagi) oleh Efek Rumah Kaca.

Sedari dulu aku menaruh hormat kepada Efek Rumah Kaca karena karyanya yang berani menyuarakan tentang keresahan masyarakat. Yang jelas, bukan bertema Cinta Melulu (haha). Jadi teringat sepenggal sajaknya W.S. Rendra yang berjudul Sajak Sebatang Lisong:

Inilah sajakku
Pamplet masa darurat.
Apakah artinya kesenian,
bila terpisah dari derita lingkungan.
Apakah artinya berpikir,
bila terpisah dari masalah kehidupan.

Sajak Sebatang Lisong – W.S. Rendra

Aku belum tau betul tentang sejarah Efek Rumah Kaca. Ataupun mengikuti tiap lagu-lagunya bahkan konsernya. Sempat vakum dari mendengarkan Efek Rumah Kaca karena nggak terlalu mudeng sama albumnya yang Sinestesia. Tapi masih kagum aja sama mereka. Mereka telah selesai dengan dirinya sendiri. Dan mereka tidak memikirkan dirinya sendiri. Terlihat dari karya-karyanya mereka. Sepenggal lirik di awal post ini merupakan salah satu lagu yang kusuka dari dulu.

Semoga Efek Rumah Kaca terus berkarya. Semoga semakin banyak anak muda yang disuntikkan semangat untuk terus berpikir kritis, bukan hanya pintar mengkritisi tapi memberi solusi, berkontribusi untuk negeri.

Terima kasih, Efek Rumah Kaca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s